what i think...


Blog For Free!


Archives
Home
2004 September
2004 August
2004 July

My Links
Culture Jammer Headquarters
Beast Magazine
Favourite Image Bank
Komunitas Fotografer Indonesia
Studio Driya Media Bandung
Enda's Weblog
Weblog Pemilu 2004
Radical Communication
Kompas Printed Version
Detik News Website
Mass Destruction Weapon
Design Business & Ethics Series
Digital Democracy
Youth Anti Drug
My Other Blog

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


Site Web

powered by FreeFind



Menang Saja Tidak Cukup
08.04.04 (3:39 am)   [edit]

Yunani menyerang balik dari sayap kanan, atau sayap kiri pertahanan Perancis. Seorang pemain bersiap melepaskan umpan silang ke tengah kotak penalti, sementara pemain belakang Perancis bukannya menutup ruang tembaknya, melainkan malah mundur. Dan umpan silang dilepaskan, dengan cepat seorang pemain Yunani yang lain menyambar bola dengan sundulannya. Kiper Perancis terhenyak. Pemain belakang Perancis semuanya melongo. Lepas sudah gelar juara Eropa yang mereka raih tahun 2000 lalu seiring dengan bersarangnya si kulit bundar ke sudut kiri atas gawang Perancis.

Peristiwa tragis menyelimuti pertarungan putaran final Piala Eropa 2004. Satu persatu tim-tim besar bertumbangan. Pertama Spanyol, Inggris, Italia, Jerman, Perancis, Belanda. Tim Jerman bahkan tak pernah menang di setiap pertandingannya. Nama besar ternyata tidak bisa menjadi taruhan, karena kenyataan di lapangan berbicara lain.

lanjut...

 
Mendekonstruksi Mo Limo: Pengkhianatan (1)
08.04.04 (3:31 am)   [edit]

Ah, minum sedikit saja kan ndak apa-apa...
Ah, kan cuma coba-coba sedikit saja...
Ah, kan mabuknya demi estetika...
Ah, kan mabuknya ndak bikin onar di jalan raya...


Baru satu dari lima. Belum semuanya. Itu belum apa-apa, tapi lihat saja dampaknya. Bahkan norma-norma yang kita pikir ada gunanya, mulai dikorupsi maknanya. Dicari-cari pembenaran untuk menghindarinya.

Mo Limo; Minum, Main, Madhat, Madhon, Maling. Belum juga bicara kelima-limanya, sudah frustasi kita dibuatnya. Jangankan bicara yang lima, yang satu saja sudah bikin pusing kepala. Makna sudah asing di telinga. Kecerdasan manusia sudah mencapai suatu ambang yang menakjubkan, dimana nilai-nilai bisa direduksi. Disesuaikan seperti harga gula.


lanjut...

 
Paradigma Pendidikan: Perlukah di-Revolusi?
08.04.04 (3:04 am)   [edit]

Saya jadi teringat betapa pendidikan di Indonesia saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Belum lama ini kasus-kasus yang menyangkut pendidikan mencuat di media massa, seperti kasus penetapan nilai standar kelulusan, lalu dilanjutkan dengan kontroversi konversi nilai tersebut, dan seterusnya.


Di tempat saya sekarang tinggal, di Bandung, sedang hangat kasus penyalahgunaan wewenang dalam proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang melibatkan Dewan Pendidikan Kota dan Dinas Pendidikan Kota Bandung. Sungguh miris, dua lembaga yang harusnya 'berwibawa' dan memegang peranan penting dalam kependidikan di Bandung, ternyata hanyalah kumpulan orang-orang pencari komisi dan orang-orang penjilat atasan.


more...

 
Subscribe with Bloglines

1933 Nazi Election Poster

what i think